Simak Bagaimana Proses Pembuatan Software Berikut Ini

Apakah Kamu sedang mencari tahu bagaimana proses pembuatan software? Untuk membuat sebuah software, tidaklah mudah. Karena Kamu perlu melewati beberapa tahapan atau langkah yang harus dilalui untuk menghasilkan software terbaik. Tahapan tersebut meliputi analisa kebutuhan, perancangan, pembuatan desain, implementasi, dokumentasi, testing, deployment, serta maintenance & update.

proses-pembuatan-software

Ada beberapa tahapan yang harus dilakukan oleh seorang programmer dalam membuat software, baik itu programmer pemula atau profesional. Apa saja tahapannya? Pada artikel kali ini FilesIndo akan memberitahukan apa saja tahapan yang dibutuhkan untuk membuat software terbaik. Simak selengkapnya berikut ini!

Bagian-Bagian Software

Membuat sebuah software merupakan suatu hal yang sudah biasa dilakukan oleh para programmer. Dalam pembuatannya, biasanya software yang sederhana pasti memiliki tiga bagian yaitu:

  • Input: memasukan data.
  • Proses: mengolah input.
  • Output: keluaran dari program, kebutuhan yang diharapkan.

8 Tahap Membuat Software

Setelah Kamu mengetahui apa saja bagian-bagian software, sekarang kita akan masuk ke tahap berikutnya yaitu bagaimana proses pembuatan software. Berikut ini merupakan tahap-tahapnya:

1. Analisis kebutuhan (requirement analysis)

Tahap pertama yaitu analisa kebutuhan, pada tahap ini dilakukan proses pendefinisian masalah. Tujuannya yaitu untuk mengetahui permasalahan apa saja yang mungkin akan terjadi dalam sistem, serta mengetahui program seperti apa saja yang pengguna inginkan.

Selain itu, pada tahap ini juga dilakukan analisis kebutuhan dari pengguna. Pengumpulan data bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti observasi, melakukan wawancara, atau mengumpulkan sampel.

2. Perencanaan (planning)

Tahap perencanaan dilakukan untuk mengefisienkan waktu pembuatan software. Bentuk dari perencanaan dapat berupa penyusunan jadwal kerja, pembagian tugas, atau algoritma dari program yang akan dibuat.

3. Pembuatan Desain

Seorang UI dan UX designer berperan sangat penting dalam tahap yang satu ini. Keduanya berkolaborasi untuk membuat dan merancang desain menggunakan software berdasarkan hasil dari analisis kebutuhan pengguna. Desain tersebut dapat berupa flowchart atau prototype yang nantinya akan diserahkan kepada programmer yang kemudian akan dibuat menjadi sebuah program atau software.

4. Implementasi

Selanjutnya adalah tahap implementasi yang mencakup penulisan kode program yang dilakukan oleh developer. Kode tersebut biasanya ditulis berdasarkan desain yang telah dibuat sebelumnya.

5. Dokumentasi

Pada tahap dokumentasi ini dilakukan setelah proses implementasi selesai. Dokumentasi berfungsi sebagai panduan untuk proses mengembangkan software dan dapat digunakan sebagai alat untuk menjelaskan tentang software tersebut kepada client atau tim yang lainnya. Dalam proses pembuatan software, ada dua jenis dokumentasi yaitu:

  • Dokumentasi Produk: Dokumentasi yang digunakan untuk menjelaskan software yang sedang dikembangkan.
  • Dokumentasi Proses: Dokumentasi yang digunakan untuk proses pengembangan software agar menjadi lebih transparan serta lebih mudah untuk dikelola.

6. Testing

Testing merupakan tahap di mana software yang sudah dibuat tersebut akan diuji coba dan dievaluasi. Pengujian dapat dilakukan untuk mengukur kualitas software dari ketepatan, kelengkapan, kegunaan, kinerja, dan segi fungsional atau non-fungsionalnya. Ada beberapa pengujian yang harus dilakukan, yaitu:

  • Unit testing: Pengujian yang dilakukan untuk setiap unit dan modul yang ada di dalam software.
  • Integration testing: Pengujian yang dilakukan untuk menguji integrasi antara unit atau komponen dari software yang sudah dikombinasikan. Tujuannya yaitu untuk memastikan agar semua komponen dapat berinteraksi dan berjalan dengan baik.
  • Validation testing: Untuk menguji input ke dalam software. Pengujian pada tahap yang satu ini dilakukan untuk memastikan software agar dapat menyelesaikan input dengan baik.
  • System testing: Bertujuan untuk memastikan keseluruhan sistem berfungsi dengan baik, serta memenuhi semua persyaratan dari pengguna. Testing ini biasanya dilakukan pada akhir pembuatan software.

7. Deployment

Deployment dilakukan setelah seluruh pengujian dilakukan dan software sudah layak untuk diluncurkan serta digunakan.

8. Maintenance & Update

Pembuatan software tidak berhenti pada saat telah selesai dibuat dan diluncurkan. Namun, kita juga perlu melakukan perawatan dan pembaruan software agar software tetap bisa digunakan dengan baik oleh para pengguna.

Kesimpulan

Itulah beberapa bagian dan tahap pembuatan software. Dalam pembuatan software ada beberapa tahap atau langkah yang perlu Kamu lalui untuk menghasilkan software terbaik. Tahapan tersebut yaitu analisa kebutuhan, perancangan, pembuatan desain, implementasi, dokumentasi, testing, deployment, serta maintenance dan update.

Itulah beberapa informasi yang dapat Kami sampaikan pada artikel kali ini, diharapkan setelah kamu mengetahui berbagai tahapan pembuatan software, nantinya kamu akan menjadi lebih baik dan tidak asal-asalan lagi dalam merencanakan pembuatan software.

0 Komentar